Ukuran Rumah Subsidi Ditambah, Boleh Pilih Sampai Tipe 72 Simak Ulasanya

Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid menjelaskan jika dalam pembiayaan rumah subsidi untuk ASN/Polri akan ada penambahan pola baru.

Khalawi mengatakan ketentuan itu ialah dibebaskannya penentuan type rumah buat ASN/Polri. Diluar itu nanti ada batas subsidi yang akan dijamin pemerintah.

Baca Juga : Harga Kayu

“Type tempat tinggalnya mungkin yang berlainan dapat sampai type 72 optimal, harga nya pun tidak dibatasi. Hanya KPR-nya dibatasi Rp 300 juta untuk kelompok 3 serta 4, serta kelompok 1 serta 2 itu Rp 250 juta KPR-nya,” papar Khalawi waktu didapati di kantornya, Selasa (5/3/2019).

Sampai kini didapati rumah dengan KPR subsidi mempunyai ukuran standard, yakni optimal ukuran tipe 36.

Nanti menurut Khalawi, subsidi yang dikasihkan pada pemohon akan dibatasi. Ia memberikan contoh jika ada kelompok I beli rumah seharga Rp 500 juta jadi cuma memperoleh subsidi Rp 300 juta.

“Jadi subsidinya sama dengan KPR-nya itu. Lantas untuk tenor masih 20 tahun,” imbuhnya.

Untuk tempat tinggalnya sendiri Khalawi pun mengatakan jika pemohon dapat bebas pilih apa rumah tapak atau vertikal. Akan tetapi, menurut dia untuk di Jakarta akan diprioritaskan ke rumah vertikal.

Artikel Terkait : Harga Kusen Aluminium

“Dapat pilih ya ingin vertikal atau tapak. Tetapi jika di Jakarta tentu larinya vertikal ya,” jelas Khalawi.

Awal mulanya, pemerintah telah akan memutuskan pola pembiayaan rumah buat beberapa abdi negara. Akan tetapi, sampai sekarang ketentuan tentang skema-skema pembiayaan itu masih tetap disempurnakan di Kementerian PUPR.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan pola pembiayaan perumahan ini sama dengan pola FLPP atau rumah subsidi yang telah ada. Akan tetapi akan direvisi tentang batasan pendapatan jadi Rp 8 juta per orang.