Simak Yuk, Tiga Tahun Jokowi-JK, Punya Rumah Tidak Lagi Susah

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengungkap program satu juta tempat tinggal yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bikin penduduk lebih gampang beroleh akses kepada perumahan. Meskipun dalam tiga th. kepemimpinannya, program satu juta tempat tinggal belum juga sukses seluruhnya, tapi penduduk saat ini punya peluang tambah besar buat punya tempat tinggal.

Eman menilainya, apabila pemerintah tdk mencanangkan program satu juta tempat tinggal jadi program tempat tinggal rakyat bakalan tidak terencana dengan baik. ” Seandainya tiada program ini, ini program tempat tinggal rakyat tdk terkelola lah. Jadi kocar-kacir. Jadi di luar kata sejuta itu kan terbangun spirit bahwa pemerintah ini perduli mengatasi nasib rakyat berkenaan perumahan. Jadi ini prinsip sekali, ” tukasnya terhadap SINDOnews di Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Menurut dia, pemerintah sudah ada dalam koridor yang benar buat meyakinkan rakyat beroleh rumah yang layak. Lebih-lebih, program sejuta tempat tinggal ini mengarah semua komunitas, dimulai dengan rumah komersial buat menengah atas sampai rumah subsidi buat penduduk punya penghasilan rendah (MBR). Silahkan anda lihat harga cat tembok murah tapi bagus, cat tembok yang bagus dan tahan lama

” Buat tempat tinggal group miskin ada juga, bangun rusunawa, bedah tempat tinggal yang dikatakan tempat tinggal swadaya. Jadi buat semua himpunan penduduk, semua stratanya kan nyaris ada pada sana. Dirumah murah kan pemerintah ada bagaimana langkahnya membuat lebih mudah beberapa pengembang ini buat dapat bangun dengan cara lebih cepat serta murah. Ini kan garis filosofinya disana, ” tambah dia.

Tapi demikianlah, Eman–panggilan akrabnya–tidak mengingkari bahwa masih tetap ada yang penting diperbaiki dari program sejuta tempat tinggal ini. Contohnya, perihal perizinan yang masih tetap lambat sampai infrastruktur di daerah yang masih tetap belum juga layak.

” Persoalan perizinan, perizinan itu kan pemerintah waktu ini mewarisi banyak perizinan yang dari masa dulu tdk matching, tdk sejiwa dengan program yang ada waktu ini. Itu yang saat ini sekali lagi diperbaiki. Senantiasa di lebih dari satu daerah juga air belum juga siap, dikarenakan tantangannya persoalan alam. Kita jangan sampai bicara berkenaan perumahan saja di Jawa yang telah infrastrukturnya ada PDAM, ada ini, ada itu. Diluar Jawa seperti di Ternate, Keppri, NTT kan tdk segala daerah itu punya kesiapan yang sama buat dapat merespons kebijakan pusat ini, ” tandasnya.