Robohnya bangunan kota lama, tanggung jawab pemkot Simak Ulasanya

Pemkot Semarang dipandang turut bertanggungjawab atas ambruknya salah satunya bangunan di lokasi Kota Lama, persisnya di Jalan Merak No 25, Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu (24/11/2013). Karena Pemkot dipandang menyengaja menelantarkan bangunan-bangunan di lokasi itu hingga ambruk serta mengakibatkan korban meninggal.

Hal itu disebutkan anggota Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang Djoko Setijowarno waktu di konfirmasi KORAN SINDO, Minggu (24/11/2013). Menurutnya, Kota Lama Semarang ialah asset bersejarah yang menyengaja ditelantarkan oleh Pemkot Semarang.

Baca Juga : Harga Kawat Las Listrik, Stainless, Argon

“Kondisi semacam ini juga bakal terulang kembali bila pemkot tidak selekasnya ambil langkah kongkret dalam pengendalian lokasi Kota Lama. Sampai sekarang ini, belumlah ada keseriusan Pemkot Semarang dalam membenahi lokasi Kota Lama itu,” katanya.

Djoko memberikan, pengaturan lokasi Kota Lama sebetulnya tidak susah seandainya ada tekad, keseriusan serta ketegasan dari Pemkot Semarang. Pemkot bias saja menggandeng pemilik bangunan pun beberapa entrepreneur serta lembaga yang mempunyai bangunan di lokasi itu untuk menjaga bangunan Kota Lama hingga tidak rusak seperti sekarang ini.

“Pemiliknya mesti ditekankan untuk menjaga serta mengurus lokasi itu supaya tidak rusak, pun beberapa entrepreneur serta beberapa BUMN yang berada di lokasi itu bisa dibawa membenahi lokasi dengan dana CSR nya. Semuanya bias berjalan saat ada kemauan serta niat baik dari Pemkot Semarang untuk mengerjakannya. Bila mereka tidak koorperatif, jadi pemkot mesti tegas menggantikan bangunan itu,” paparnya.

Perihal seirama disampaikan bekas Kepala Tubuh Pengelola Lokasi Kota Lama (BPK2L) Kota Semarang, Surachman. Menurutnya, telah saatnya Pemkot tegas mengaplikasikan Undang-Undang cagar budaya di lokasi itu untuk meminimalkan peristiwa sama.

Artikel Terkait : Harga Tangki Air

“Harus ada ketegasan dari Pemkot dalam mengaplikasikan Perda serta UU cagar budaya di lokasi itu. Pada pemilik yang tidak menjaga bangunannya mesti ditegur serta dikasihkan sangsi. Jika masih membandel, jadi Pemkot bisa mengabil alih dengan paksa bangunan itu,” katanya.

Hal tersebut menurut Surachman begitu penting untuk mengawasi kelestarian bangunan di lokasi heritage Kota Semarang itu. Karena, sebagaian besar bangunan yang rusak kronis sekarang ini karena tidak diurus oleh pemiliknya atau bangunan kosong.

“Selain bangunan yang rubuh tempo hari itu, ada banyak bangunan di lokasi Kota Lama yang kondisinya memprihatinkan. Cuma tinggal menanti waktu saja, bangunan-bangunan itu juga bakal rubuh sebab tidak tertangani serta termakan umur,” paparnya.

Surachman memberikan, data BPK2L Kota Semarang mencatat jika dari 105 gedung di lokasi Kota Lama, ada sekurang-kurangnya 25 bangunan yang kondisinya rusak kronis. Bangunan-bangunan itu menyebar di sejumlah titik di lokasi Kota lama yang riskan rubuh.

“Kebanyakan bangunan yang rusak itu ialah bangunan kosong yang tidak didapati siapa pemiliknya. Bahkan juga, seputar 19 gedung sampai saat ini belumlah didapati siapa pemiliknya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *