Kabarnya Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Merah Dijual Rp49.666/Kg

Harga komoditas pangan hari ini bergerak beragam. Komoditas yang alami kenaikan tertinggi yaitu beras IR. 42/Pera yang naik sebesar Rp1. 455 jadi Rp13. 755 per kg. Disusul oleh cabai rawit hijau dengan kenaikan sebesar Rp946 jadi Rp35. 380 per kg.

Sebagian komoditas alami penurunan, salah satunya cabai rawit merah yang harga nya turun Rp985 jadi Rp49. 666 per kg.

Sekian berdasar pada System Pemantauan Pasar Keperluan Pokok (SP2KP) yang diambil dari situs Informasi Pangan Jakarta, Minggu (2/7/2017).

Baca juga: Harga Springbed Bigland – Harga Mesin Genset

Berikut daftar harga kebutuhan bahan pokok lainnya di Jakarta:

– Beras IR.I (IR 64) harga turun Rp392 menjadi Rp11.382 per kg
– Beras IR.II (Ramos) harga turun Rp175 menjadi Rp10.687 per kg
– Beras IR. III (IR 64) harga turun Rp92 menjadi Rp9.883 per kg
– Beras Muncul I harga turun Rp363 Rp11.142 per kg
– Beras IR.42/Pera harga naik Rp1.455 menjadi Rp13.755 per kg
– Beras Setra I/Premium harga naik Rp321 menjadi Rp12.333 per kg
– Minyak Goreng (Kuning/ Curah) harga turun Rp99 menjadi Rp12.857 per kg
– Cabai Merah Keriting harga naik Rp149 menjadi Rp34.714 per kg
– Cabai Merah Besar (TW) harga turun Rp594 menjadi Rp36.666 per kg
– Cabai Rawit Merah harga turun Rp985 menjadi Rp49.666 per kg
– Cabai Rawit Hijau harga naik Rp946 menjadi Rp35.380 per kg
– Bawang Merah harga turun Rp171 menjadi Rp39.523 per kg
– Bawang Putih harga turun Rp718 menjadi Rp51.238 per kg
– Ayam Broiler/Ras harga naik Rp338 menjadi Rp33.611 per kg
– Telur Ayam/Ras harga harga naik Rp76 menjadi Rp21.250 per kg.

Baca juga: Harga Lantai Kayu – Harga Kayu Gaharu

Simak Yuk Ini Salah Satu Sebab Harga Rumah Terus Melambung

Mahalnya harga material buat harga rumah makin tidak terjangkau oleh rakyat. Mahalnya harga material ini menyuburkan beberapa praktek pembangunan perumahan yang penuh dengan siasat pemasaran tidak bertanggungjawab serta merugikan karna kadang-kadang buat kwalitas rumah jadi rendah.

Pakar kehutanan serta pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Ricky Avenzora menyebutkan, mahalnya harga material ini menyebabkan dampak persaingan perebutan usaha yg tidak sehat. ” Pada akhirnya, kapitalisasi usaha perumahan cuma dikuasai oleh beberapa yang memiliki modal besar yang lalu disuatu fase jadi begitu greedy untuk kuasai tempat, pasar serta mendikte harga perumahan, ” kata Ricky dalam info tertulis, Kamis (7/9/2017).

Baca juga: Harga Hp Android Layar 5.5 Inci – Harga Aki Mobil

Ia meneruskan, sampai kini bahan pembangunan atau material rumah telah menjauh berbahan kayu. Walau sebenarnya kayu mempunyai peranan yang besar. Dalam kurun lima dekade, unsur wood-based industry di Indonesia malah diabaikan.

” Atas basic gosip lingkungan, kita semuanya sudah gegabah dalam membuat bidang kehutanan kita sebagai sumber material perlu, murah serta berbentuk renewable untuk membuat rumah untuk rakyat, ” tegas Ricky.

Dalam konteks menghidupkan wood-based-home-development, tidaklah perlu ada kesangsian kalau Indonesia mempunyai potensi kayu yang lebih dari cukup untuk digunakan membuat perumahan rakyat tiap-tiap th..

Ia mengingatkan, bila dulu keperluan kayu pertukangan senantiasa diorientasikan untuk dipasok lewat skema hard-wood yang biasanya jadi ciri paling utama dari product rimba alam, jadi sekarang ini beragam tehnologi design konstruksi, tehnologi wood-compound, dan pengawetan kayu sudah maju begitu cepat untuk menjangkau efisiensi pemakaiaan kayu dengan luas serta murah.

” Jadi, tak ada argumen sekali lagi menafikan faedah besar kayu dalam menyangga perumahan, ” terang dia.

Untuk memberdayakan bidang kehutanan untuk pembangunan perumahan rakyat, empat hal perlu menekan dikerjakan serta diaplikasikan dengan berkelanjutan yakni kebijakan kehutanan, kebijakan tata ruangan, kebijakan ekonomi kerakyatan, dan mendesain program transisi yang masif dan terarah.

Empat hal tersebut, ditegaskan Ricky, tidak cuma perlu dikerjakan untuk memberi kepastian hukum untuk dunia usaha dalam mendesain gagasan kerja mereka dengan berkepanjangan serta tentu, terlebih terkait sokongan industri serta tehnologi kayu, tetapi sangat dibutuhkan untuk mengangtisipasi cepatnya perkembangan populasi serta beragam kebutuhannya.

Tag: harga bangunan, harga bangunan terbaru

Nah Harga Apartemen di Bandung Turun

Harga apartemen di Bandung alami koreksi pada kuartal ke-2 2017, meneruskan trend negatif yang diawali mulai sejak kuartal terlebih dulu.

Median harga apartemen di Bandung pada kuartal ke-2 (Q2) 2017 yaitu Rp14. 520. 000/m2. Median harga ini alami kontraksi 0, 4% dengan quarter-to-quarter (q-t-q). Penurunan median harga apartemen di lokasi Bandung ini telah berlangsung mulai sejak kuartal terlebih dulu. Pada Q1 2017, median harga apartemen di Bandung alami penurunan sebesar 5, 75% (q-t-q).

Kontraksi median harga apartemen ini terlebih berlangsung pada median harga diatas Rp1 miliar. Sesaat untuk harga apartemen dibawah Rp1 miliar pada Q2 2017 masih tetap alami penambahan sebesar 1, 01% dibanding kuartal terlebih dulu.

Baca juga: Harga Magic Com – Harga Ban Mobil

Akan tetapi, median harga apartemen di Bandung masih tetap terdaftar alami kenaikan dibanding th. terlebih dulu yaitu sebesar 10%. Turunnya median harga memberikan indikasi kembalinya harga pasar pada keadaan normal, sebelumnya setelah alami overprice.

” Turunnya median harga apartemen di Bandung pada Q2 2017 dapat jadi tanda-tanda kalau harga apartemen di Bandung pada Q4 2016 alami overpriced. Ini tampak pada lonjakan yang penting, dimana pada Q4 2016 alami kenaikan 11, 6% dengan quarter-to-quarter, ” tutur Country Manager Rumah. com, Wasudewan.

Tanda-tanda selanjutnya, menurut Wasudewan, walau pada kuartal-kuartal selanjutnya alami penurunan, median harga apartemen di Bandung masih tetap ada diatas median harga selama Q1 2015 sampai Q3 2016. Terlebih dengan periode panjang, trend pasar property di kelompok ini masih tetap positif.

Baca juga: Denah Rumah Type 36 – Harga Velg Mobil

Sesuai dengan turunnya median harga, supply apartemen di Bandung juga terdaftar alami penurunan sebesar 6, 5% pada Q2 2017 dibanding kuartal terlebih dulu (q-t-q). Year-on-year, supply alami penurunan sebesar 20% pada Q2 2017 dibanding Q2 2016.

Pengembang apartemen nampaknya tengah menahan diri serta pilih untuk berkonsentrasi pada penjualan supply yang masih tetap ada.

Disaat Harga Pangan Melonjak, Jangan Salahkan Pedagang Pasar Tradisional

Instansi Center of Indonesian Policy Studies (CIPS) menyebutkan, wacana dari beberapa pihak untuk buat undang-undang mengenai harga pangan dinilai punya potensi merugikan pedagangan kecil. Walau sebenarnya pedagang kecil adalah rantai distribusi perlu di pasar tradisionil.

Peneliti CIPS bagian perdagangan Hizkia Respatiadi menyebutkan ada UU mengenai harga pangan tidak efisien untuk menangani problem tingginya harga di market.

“Para pedagang kecil di pasar-pasar tradisionil tidak dapat serta-merta disalahkan jadi penyebabnya tingginya harga, ” tuturnya di Jakarta, Kamis (29/6/2017).

Baca juga: Harga Mesin Cuci – Harga Pasir

Menurut Hizkia, apabila diliat dari system distribusi saat ini, pihak yang ambil sisi laba paling besar malah ada saat bahan pangan dalam system distribusi itu belum juga masuk ke pasar eceran. Dia memiliki pendapat kalau jika ketentuan ini dipaksakan, beberapa pedagang kecil juga akan tidak untung serta bisa saja banyak yang juga akan gulung tikar.

” Bila UU ini disahkan, kesejahteraan mereka juga akan jadi taruhannya, dimana mereka juga akan susah untuk peroleh laba yang layak dari hasil berdagangnya, ” tuturnya.

Hizkia merekomendasikan kalau hal paling baik yang semestinya dikerjakan pemerintah yaitu mengizinkan perusahaan swasta yang penuhi prasyarat untuk turut dan dalam sistem importasi. Dengan hal tersebut, lanjutnya, beberapa pedagang kecil bisa peroleh barang dagangannya dengan harga yang lebih murah serta tidaklah perlu sekali lagi menjualnya dengan harga yang terlalu tinggi.

” Selanjutnya customer juga bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih terjangkau, ” tutur Hizkia.

Baca juga: Harga Triplek & Multiplek – Harga Paku

Terlebih dulu, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyarankan pada pemerintah untuk membuat undang-undang harga pangan supaya langkah pengendalian harga bisa ditata dengan struktural serta mempunyai landasan hukum yang kuat.

Menurut Agus di Jakarta, regulasi yang kuat seperti dibuatnya undang-undang, adalah penyesuaian dari negara-negara beda yang mempunyai kemampuan pengendalian harga pangan yang tambah baik. Agus mencontohkan di Malaysia, regulasi pengendalian harga telah ada mulai sejak 1946 saat Negeri Jiran itu memberlakukan tindakan pengendalian harga (price control act) yang lalu dilanjutkan pada 1961 dengan tindakan pengendalian supply (suplai control act).

Diluar itu, pemerintah juga diinginkan bisa selekasnya membuat badan pangan nasional yang mempunyai tujuan diantaranya untuk menyetabilkan harga pangan strategis hingga dapat juga menangani beragam efek yang lain seperti kartel pangan.

Kabarnya Tren Harga Rumah di Q2 2017 Menurun

ndeks Harga Property Residensial (IHPR) pada kuartal ke-2 (Q2) 2017 ada pada level 199, 26 atau tumbuh sebesar 1, 18% (q-o-q), melambat dibanding 1, 23% (q-o-q) pada triwulan terlebih dulu. Sekian seperti ditulis dari Survey Harga Property Residensial Bank Indonesia.

Sesaat dengan tahunan perkembangan harga property terdaftar sebesar 3, 17% (y-o-y), lebih tinggi di banding triwulan terlebih dulu sebesar 2, 62% (y-o-y). Kenaikan harga bahan bangunan (32, 91%) serta cost perizinan yang mahal (20, 09%) jadi aspek terpenting penyebabnya kenaikan harga property residensial dalam periode laporan.

Dengan kuartalan, kenaikan harga rumah berlangsung pada semuanya type terlebih rumah type kecil (2, 61%, q-o-q). Sesaat rumah type menengah serta besar alami kenaikan yang melambat, semasing dari 1, 28% (q-o-q) jadi 0, 55% (q-o-q) serta dari 0, 58% (q-o-q) jadi 0, 38% (q-o-q).

Baca juga: Harga Aki Motor – Harga Mobil Bekas Toyota – Harga Mobil Bekas Avanza

Berdasar pada lokasi, Jabodetabek serta Banten terdaftar alami penambahan harga teratas (2, 04%, q-o-q) terlebih pada rumah type kecil (4, 78%, q-o-q).

Dengan tahunan, harga property residensial alami kenaikan sebesar 3, 17% (yo–y), lebih tinggi dibanding 2, 62% (y-o-y) pada kuartal terlebih dulu. Berdasar pada type rumah, kenaikan harga berlangsung pada semuanya type terlebih rumah type kecil 5, 67% (yoy).

Sesaat berdasar pada lokasi, kenaikan harga rumah teratas berlangsung di Surabaya (7, 75%, y-o-y) searah dengan tingginya keinginan pada rumah di lokasi itu.

IHPR Q2 2017 juga tunjukkan perkembangan yang melambat dari triwulan terlebih dulu. Gerakan ini searah dengan indeks harga sub-kelompok cost rumah IHK-BPS Q2 2017 yang tumbuh 0, 27% (q-o-q), lebih rendah di banding 0, 93% (q-o-q) pada periode terlebih dulu.

Bukan sekedar itu, laporan juga mencatat perkembangan penjualan property residensial pada Q2 2017 terpantau tumbuh melambat di banding triwulan terlebih dulu, dari 4, 16% (q-o-q) jadi 3, 61% (q-o-q).

Perlambatan penjualan property residensial searah dengan masih tetap minimnya.kurang tersedianya keinginan pada rumah tapak.

Tag: harga promo

Lihatlah Ini Dia Daftar Apartemen Baru di Jabodetabek

Kelangkaan serta tingginya harga tempat di Jakarta buat harga kondominium di Jakarta semakin susah dijangkau. Karenanya, developer tampak mulai berubah ke luar Jakarta—seperti Serpong, Bekasi Barat, serta Cikarang—untuk tawarkan apartemen yang lebih terjangkau.

Hasil penelitian pasar kondominium yang dikerjakan Cushman & Wakefield mengatakan, berdasar pada tempat penebarannya, sebagian besar kondominium terbangun berkonsentrasi di lokasi sekunder, yaitu sejumlah 73, 2% dari keseluruhan supply atau 101, 434 unit. Sesaat lokasi CBD berperan sejumlah 18, 7% serta lokasi primer sejumlah 8, 1%.

“Wilayah sekunder juga jadi tempat untuk nyaris semua project yang akan datang, memegang sekitaran 93, 0% dari keseluruhan supply, sesaat ruang primer serta CBD semasing mewakili 3, 3% serta 3, 7%, ” terang Arief Rahardjo, Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Selasa (17/2).

Baca juga: Harga Batu Bata – Harga Pasir

Sebagian besar kondominium terbangun ada di lokasi Jakarta Selatan (29, 0% dari keseluruhan project), dibarengi Jakarta Utara dengan 21, 2%. Sedang, umumnya project baru juga akan berada di Tangerang (27, 0%), dibarengi oleh Bekasi (14, 4%).

Trend harga kondominium selalu naik searah dengan kenaikan harga tanah di Jakarta. Pada akhir 2014, harga jual rata-rata kondominium di daerah CBD menjangkau Rp42. 100. 000 per mtr. persegi, atau naik 38, 9% per th.. Disamping itu, harga rata-rata kondominium di ruang primer terdaftar Rp36. 100. 000 per mtr. persegi, naik 26, 2% bila dibanding kuartal empat 2013.

Baca juga: Harga Kayu – Harga Kusen Aluminium

Di bawah ini daftar apartemen baru di lokasi Jabodetabek :

Ini Dia Daftar Apartemen Baru di Jabodetabek

Apakah Parah, 10 Tahun Terakhir Harga Pangan Selalu Naik Saat Lebaran

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan kalau sepanjang Ramadan sampai Lebaran 1438 Hijriah tak ada kenaikan harga komoditas pangan. Menurut dia, yang berlangsung cuma rutinitas berkali-kali tiap-tiap Ramadan yakni menambah harga-harga.

” Lebih dari 10 th. paling akhir ini, tiap-tiap Ramadan serta Lebaran senantiasa saja harga komoditas pangan dinaikkan, walau sebenarnya tak ada kenaikan harga serta supply beragam komoditas pangan itu juga tak ada problem, bahkan juga berlimpah, ” kata Mendag selesai meninjau Pasar Terpadu Dinoyo Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (30/6/2017).

Baca juga: Harga AC Standing – Harga Helm KYT

Ia meyakinkan tidak ada kenaikan harga bahan pokok itu berdasar pada data dari lapangan. Harga-harga bahan pokok itu juga tidak punya pengaruh pada angka inflasi, bahkan juga tiga bln. lantas berlangsung deflasi serta bln. lantas alami inflasi, tetapi begitu kecil.

Harga cabai rawit, tuturnya, tak ada kenaikan, yaitu seharga Rp30. 000 per kg. Begitu halnya harga komoditas yang lain, seperti beras, tidak berlangsung kenaikan harga. Untuk minyak goreng paket seharga Rp11. 000 per liter serta gula pasir seharga Rp12. 500 per kg.

” Bila ada retail yang jual lebih mahal dari harga eceran teratas (HET), juga akan kami segel, ” katanya.

Baca juga: Harga Baja Ringan – Harga Gypsum dan GRC

Menyinggung harga daging, Enggartiasto menyebutkan cukup stabil, yaitu daging fresh seharga Rp105. 000 sampai Rp120. 000 per kg serta daging beku seharga Rp80. 000 per kg.

Benarkah Akses Semakin Banyak, Harga Rumah di Bekasi Terus Melambung

Rumah tapak dengan harga dibawah Rp 600 juta di Bekasi, Jawa Barat, selalu alami kenaikan. Pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) jadi pendorong kenaikan harga rumah tapak di Bekasi.

Berdasar pada data dari Rumah. com Properti Index (RPI), harga rumah tapak di Bekasi terdaftar di angka Rp 5, 42 juta per mtr. persegi pada kuartal II 2016. Sedang pada kuartal II 2017, rata-rata harga rumah di Bekasi naik jadi Rp 5, 83 juta per mtr. persegi.

Country Manager Rumah. com Wasudewan menerangkan, kenaikan harga rumah tapak itu dipicu perubahan akses Bekasi yang dari waktu ke waktu makin bagus.

Baca juga: Harga Burung Murai – Harga Aki Mobil

” Misalnya hadirnya Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi I serta jadi satu diantara lokasi yang terintegrasi dengan jalur Light Rapid Transit (LRT) yang tersambung dengan Ibukota. ” terang dia seperti diambil dari info tertulis, Minggu (27/8/2017).

Ia meneruskan, kurun waktu dekat Menteri Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono tengah mencanangkan dimulainya pekerjaan pembangunan jalan Tol Jakarta -Cikampek II (Elevated Toll) yang melewati Bekasi.

Project Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated) direncanakan juga akan dibuat mulai triwulan II-2017 serta ditargetkan beroperasi pada 2019. Jalan tol Jakarta-Cikampek II mempunyai rute selama 36 km., dibuat dengan investasi sebesar Rp16 Triliun.

Untuk di ketahui, Laporan Rumah. com Properti Affordability Sentiment Index yang bekerja bersama dengan instansi penelitian Intuit Research, Singapura, yang dikerjakan November – Desember 2016 dengan keseluruhan 1. 030 responden.

Berikut ini rincian pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II terdiri dari sembilan seksi:

Seksi Cikunir-Bekasi Barat (2,99 kilometer)
Seksi Bekasi Barat-Bekasi Timur (3,63 kilometer)
Seksi Bekasi Timur-Tambun (4,34 kilometer)
Seksi Tambun-Cibitung (3,30 kilometer)
Seksi Cibitung-Cikarang Utama (4,46 kilometer)
Seksi Cikarang Utama-Cikarang Barat (2,72 kilometer)
Seksi Cikarang Barat-Cibatu (3,16 kilometer)
Seksi Cibatu-Cikarang Timur (2,45 kilometer)
Seksi Cikarang Timur-Karawang Barat (9,79 kilometer).

Tag: harga bahan bangunan, harga rumah

Kabarnya Harga Bahan Bangunan dan Konstruksi Meroket di Kuartal I-2017

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) umum nonmigas atau indeks harga grosir alami kenaikan sebesar 0, 23% pada Maret 2017. Kenaikan IHPB teratas berlangsung pada bidang grup barang export nonmigas sebesar 2, 64%.

Disamping itu, IHPB bahan bangunan serta konstruksi Maret 2017 juga alami kenaikan sebesar 0, 18% dibanding bln. terlebih dulu. Kenaikan ini satu diantaranya karena sebab kenaikan harga komoditas aspal sebesar 1, 46%, besi beton 1, 01%, besi yang lain 0, 70%, pasir 0, 59% serta batu bata 0, 51%.

Baca juga: Harga Hp Android – Harga Atap Asbes dan Seng

” Lantas kita saksikan IHPB bahan baku, barang mengkonsumsi, serta barang modal pada Februari 2017 semasing alami kenaikan sebesar 0, 20%, 0, 17%, serta 0, 37% pada bln. terlebih dulu, ” ungkap Kepala BPS Suharyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (4/3/2017).

Berdasar pada data BPS, IHPB umum import nonmigas alami kenaikan sebesar 0, 69% di Maret 2017 dibanding Februari 2017. Disamping itu, pada bidang export nonmigas juga alami kenaikan sebesar 2, 64%.

Pada bidang pertanian, berlangsung kenaikan sebesar 1, 27% dari bln. terlebih dulu. Sedang pada bidang pertambangan serta penggalian, terdaftar berlangsung kenaikan sebesar 1, 85%. Diluar itu, untuk IHPB pada bahan industri alami kenaikan sebesar 0, 18%.

Baca juga: Harga Kabel Listrik – Harga Upah Borongan Pekerja Tukang Bangunan

Benarkah Upah dan Material Picu Kenaikan Harga Rumah

Survey paling baru Bank Indonesia mengungkap kalau Indeks Harga Property Residensial (IHPR) pada triwulan I-2017 ada pada level 196, 94 atau bertambah 1, 23% (qtq), lebih tinggi dibanding 0, 37% (qtq) pada triwulan terlebih dulu.

Kenaikan harga bahan bangunan (34, 16%) serta gaji pekerja (23, 73%) masih tetap jadi aspek terpenting penyebabnya kenaikan harga property residensial dalam periode laporan.

Dengan triwulanan (qtq), kenaikan harga berlangsung pada semuanya type tempat tinggal, terlebih tempat tinggal type kecil dari 0, 57% jadi 1, 84%. Dibarengi tempat tinggal type menengah dari 0, 23% jadi 1, 28% serta tempat tinggal type besar dari 0, 30% ke 0, 58%.

Baca juga: Harga Kabel Listrik – Harga Keramik

Berdasar pada lokasi, Surabaya terdaftar alami penambahan harga teratas (3, 04%, qtq) terlebih pada tempat tinggal type kecil (4, 31%). Sesaat Padang, Sumatera Barat, alami penambahan harga paling rendah (0, 07%).

Sedang dengan tahunan, harga property residensial juga alami kenaikan sebesar 2, 62% (yoy), lebih tinggi dari pada 2, 38% (yoy) pada triwulan terlebih dulu. Apabila dirunut berdasar pada type, kenaikan harga tempat tinggal berlangsung pada semuanya type terlebih type kecil (3, 86%, yoy).

Menurut lokasi, kenaikan harga tempat tinggal teratas berlangsung di Manado (9, 37%, yoy), sesaat kenaikan harga tempat tinggal paling rendah berlangsung di Pontianak (0, 15%, yoy).

IHPR triwulan I-2017 tunjukkan gerakan yang searah dengan indeks harga subkelompok cost rumah Indeks Harga customer Badan Pusat Statistik (IHK-BPS). IHPR triwulan I-2017 memerlihatkan kenaikan yang lebih tinggi dari triwulan akhir th. lantas, dimana tumbuh 0, 93% (qtq) di banding 0, 70% (qtq).

Perubahan Penjualan Property Residensial

Hasil survey ikut menyampaikan kalau perkembangan penjualan property residensial tumbuh melambat dibanding triwulan terlebih dulu, dari 5, 06% jadi cuma 4, 16% (qtq). Perlambatan penjualan property residensial searah dengan masih tetap minimnya.kurang tersedianya keinginan pada tempat tinggal tapak.

Baca juga: Harga Biaya Pasang AC – Harga Granit – Marmer

Diluar itu, responden memprediksi indeks harga property residensial pada triwulan II-2017 masih tetap alami kenaikan (1, 15%, qtq), walau kenaikannya lebih rendah dari triwulan I-2017 (1, 23%, qtq).

Kenaikan harga tempat tinggal teratas diprediksikan kembali berlangsung pada tempat tinggal type kecil (2, 64%, qtq). Sesaat menurut lokasi, harga tempat tinggal teratas diprediksikan berlangsung di Bandar Lampung (3, 79%, qtq).

Pada triwulan II-2017 harga property residensial diprediksikan tumbuh sebesar 3, 14% (yoy), lebih tinggi dibanding 2, 62% (yoy) pada triwulan satu. Berdasar pada type bangunan, kenaikan harga tempat tinggal teratas diprediksikan kembali berlangsung pada tempat tinggal type kecil (5, 79%, yoy).

Beberapa besar responden memiliki pendapat kalau aspek terpenting yang bisa menghalangi perkembangan usaha property yaitu ;

Lamanya perijinan (17, 35%)
Tingginya suku bunga KPR (17, 28%)
Tingginya uang muka tempat tinggal (16, 90%)
Pajak (14, 68%)
Serta kenaikan harga bahan bangunan (14, 07%)
Disamping itu berdasar pada tempat project, suku bunga KPR teratas berlangsung di Maluku Utara (13, 69%), sedang suku bunga KPR paling rendah ada di Kalimantan Selatan (10, 60%).