Kapten Nakhoda Kapal Divonis 10 Tahun, Di Karenakan Pencemaran Teluk Balikpapan

Balikpapan – Pengadilan Negeri Balikpapan menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara pada Zong Deyi, nakhoda kapal MV Ever Judger. Diluar itu, nakhoda berkebangsaan Tiongkok itu pun didenda Rp 15 miliar dengan subsider 1 tahun penjara.

Sangsi itu dikasihkan Pengadilan Negeri Balikpapan sebab Zong Deyi dipandang menyengaja masuk daerah terlarang sampai menabrak pipa bawah air punya Pertamina Balikpapan yang mengakibatkan pencemaran di perairan Teluk Balikpapan, pada April 2018 kemarin.

“Terdakwa bersalah menyengaja mengakibatkan pencemaran lingkungan di perairan teluk,” kata Ketua Majelis Hakim, Kayat, Senin, 11 Maret 2019.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Terbaru

Kayat menjelaskan, terdakwa dapat dibuktikan bersalah sesuai dengan info saksi-saksi jaksa penuntut umum (JPU). Zong Deyi dipandang menyengaja melewati zone merah perairan teluk, dimana dasarnya ada jalan pipa minyak mentah Pertamina Balikpapan.

Hakim berkeyakinan, MV Ever Judger dilengkapi dengan navigasi skema electronic chart display & information (ECDIS), yang disebut skema navigasi mutakhir yang dapat memandu kapal untuk tahu terdapatnya zone terlarang international maritime organization (IMO).

Tidak cuma itu, terdakwa dipandang meremehkan kehadiran pelampung suar atau rambu buoy yang ada di perairan teluk. Walau sebenarnya, Pertamina menyengaja menempatkan rambu buoy untuk menandai ruang manakah saja yang terlarang buat pelayaran kapal.

“System ECDIS ada pada kapal serta kehadiran peta laut Indonesia. Sinyal buoy Pertamina ada juga di tempatnya. Ini mematahkan pembelaan terdakwa jika tidak tahu terdapatnya pipa minyak di air,” tegas Kayan.

“Terdakwa justru memerintah mualim I menjatuhkan jangkar 1 segel atau sedalam 27,5 mtr.,” katanya.

Karena nekat melewati jalan terlarang itu, pada akhirnya jangkar kapal MV Ever Judger menyeret dan pecahkan pipa minyak di air Pertamina. Tumpahan minyak mentah diprediksikan sekitar 5 ribu liter sampai berbuntut kebakaran di perairan teluk.

Efek kebakaran mengakibatkan lima orang pemancing Balikpapan meninggal, yaitu Suyono, Sutoyo, Agus Salim, Wahyu Anggoro serta Imam M. Autopsi mayat beberapa korban memberikan mereka meninggal dikarenakan asap serta kobaran api.

Penduduk Balikpapan juga memikul rusaknya lingkungan air laut, rimba mangrove, dan keanekaragaman resapi. Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan pastikan perbaikan lingkungan perlu waktu begitu lama dan cost yang tinggi.

Bagi anda membutuhkan infromasi jadwal kapal pelni terupdate di bulan ini anda bisa langsung menuju situs website http://tiketkuu.com/ situs ini memberikan informasi terbaru mengenai harga tiket kapal terbaru dan juga JadwalKapalPelni terbaru saat ini