Kali Ini Kumpulkan Data Progres Perumahan, PUPR Pakai e-Monitoring

Ikuti perubahan tehnologi yang sarat juga akan kepraktisan serta efisiensi, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR berpindah lakukan pendataan program perumahan yang awal mulanya manual jadi berbasiskan e-monitoring.

System itu di buat supaya progres pembangunan perumahan di semua propinsi di Indonesia bisa di ketahui dengan cepat, dan mendorong ada transparansi program Kementerian PUPR di bidang perumahan.

“Adanya system e-monitoring ini juga akan mempermudah pemantauan hasil pembangunan perumahan yang berada di lapangan, ” tutur Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarief Burhanudin, lewat tayangan tertulis seperti diambil Rumah. com.

Dalam program Satu Juta Rumah, Kementerian PUPR dengan pemangku kebutuhan yang lain seperti asosiasi pengembang perumahan, pemerintah daerah serta perusahaan, lakukan pembangunan perumahan terutama untuk Orang-orang Berpendapatan Rendah (MBR).

Maksud akhir dari pembangunan perumahan itu bukan sekedar selesainya bangunan, tetapi juga bagaimana rumah yang dibuat itu dapat selekasnya ditempati oleh orang-orang yang betul-betul memerlukan.

Mengingat, sekarang ini jumlah backlog (kekurangan tempat tinggal) perumahan baru di Indonesia masih tetap cukup tinggi, yaitu menjangkau sekitaran 11, 4 juta unit.

(Mencari rumah subsidi di beberapa lokasi di Indonesia? Dapatkan daftarnya disini)

System e-monitoring perumahan ini nanti bukan sekedar berperan untuk memonitor pembangunan yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR pusat saja, tapi juga Unit Kerja Non-Vertikal Spesifik (SNVT) Penyediaan Perumahan yang berada di tiap-tiap propinsi di Indonesia.

“Para petugas yang bertanggungjawab dalam pengisian data e-monitoring perumahan ini mesti cermat serta cepat dalam melakukan tugasnya. Bila ada data yang kurang dari satu diantara SNVT pasti juga akan memengaruhi kemampuan Kementerian, ” tukasnya. Read more ya tentang wallpaper dinding ruang tamu minimalis, harga wallpaper dinding hello kitty.

Data yang berada di system e-monitoring, tambah Syarif, juga jadi bahan rapat di Kementerian PUPR yang di pimpin oleh Menteri PUPR dalam memastikan kebijakan perumahan.

Sebab, dari sana bisa di ketahui deskripsi apakah pembangunan perumahan di daerah jalan dengan baik atau tidak.

Tujuan kita ini yaitu orang-orang berpendapatan rendah (MBR), pendapatan masih tetap gaji minimal regional (UMR), mempunyai rumah tidak layak huni, serta tanah adalah punya sendiri, tutur Jhony.

Ada Juga PSU Online

Terkecuali e-monitoring, PUPR terlebih dulu juga sudah meluncurkan aplikasi mengajukan saran pertolongan prasarana, fasilitas serta utilitas (PSU) perumahan rumah bersubsidi dengan on-line berbentuk System Info Manajemen Pertolongan PSU.

System itu di buat manfaat memudahkan mengajukan saran pertolongan PSU dari daerah ke Kementerian PUPR.

“Sesuai dengan Undang-undang Keterbukaan Umum Nomor 14 Th. 2008 Pasal 3 Point d, System Info Manajemen ini diinginkan bisa wujudkan penyelenggaraan kebijakan pemerintah yang baik, transparan, efisien, serta efektif, akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan, ” kata Kepala Subdit Pertolongan Rumah Umum, Kukuh Firmanto.

Ia menerangkan kalau pertolongan PSU cuma diberi pada pengembang yang membuat rumah bersubsidi manfaat mensupport terwujudnya lingkungan rumah yang aman, nyaman serta teratur untuk MBR.

Berdasar pada pengalaman di lapangan sampai kini, mengajukan saran Pertolongan PSU yang sudah jalan sepanjang dua th. paling akhir membutuhkan sistem serta saat penyampaian yang lama serta seringkali banyak menjumpai masalah.

Selanjutnya, Kukuh memberikan kalau system mengajukan pertolongan PSU dengan on-line juga diperuntukkan untuk memudahkan proses program dan hindari ada beberapa hal yg tidak dikehendaki.