Berikut Sri Mulyani Tambah Anggaran Rumah Subsidi Rp 2 T di 2019

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui pada tahun 2019 meningkatkan biaya subsidi bunga rumah atau yang diketahui sarana likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebesar Rp 2 triliun.

Hingga, biaya FLPP pada tahun ini jadi Rp 7,1 triliun dari tahun awal mulanya yang sebesar Rp 5,8 triliun.

“Tahun ini kami pun imbuhkan FLPP sebesar Rp 2 triliun. Untuk tahun kedepan kita kalkulasi berdasar pada minat serta tujuan rumah yang akan dibeli,” kata Sri Mulyani di dalam rumah dinas Wakil presiden JK, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

Baca Juga : Harga Pipa

Pemerintah sudah menyelesaikan pola pembiayaan rumah buat ASN, prajurit TNI, anggota Polri. Pola pembiayaan sama juga dengan pembelian rumah subsidi, akan tetapi batasan pendapatan dirubah jadi Rp 8 juta per orang.

Pengubahan pola ini, kata Sri Mulyani untuk menguber seputar 1 juta orang yang disebut ASN, prajurit TNI, anggota Polri yang belumlah mempunyai rumah.

Mengenai, kata Sri Mulyani, penyaluran biaya FLPP sampai sekarang ini telah sampai Rp 30 triliun. Dimana, formasi pemakai faedah itu 85% penduduk umum, bekasnya 15% terbagi dalam ASN sebesar 12%, serta 3% adalah prajurit TNI serta anggota Polri.

“Jika kelak Pak Menteri PU merubah persyaratan penduduk berpenghasilan rendah pada level Rp 8 juta yang hampir sama juga dengan take home pay grup III ASN serta TNI/Polri, jadi tentu eligibilitas dari swasta serta grup non-ASN ikut juga,” tutur ia.

Pola pembiayaan rumah ini mempunyai batasan pendapatan sebesar Rp 8 juta, dalam kata lainnya beberapa abdi negara yang mempunyai jabatan kelompok III masih tetap dapat beli rumah subsidi.

Artikel Terkait : Harga Ready Mix Beton Cor

Diluar itu, Bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini akan mempersiapkan pola pembiayaan perumahan untuk ASN, TNI, Polri dengan jabatan kelompok IV ke atas.

“Barusan sudah sempat dipikirkan pun, untuk grup atas, memakai pola SMF, BUMN dibawah Kemenkeu. Polanya kami akan matangkan kembali,” tutur ia.